KONTRIBUSI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN TERHADAP PENERIMAAN DIRI DAN KEPERCAYAAN DIRI ANAK DENGAN HAMBATAN PENDENGARAN
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Abstract
This article examines the contribution of Christian Religious Education to the self-acceptance and self-confidence of children with hearing impairments. Children with hearing impairments often face communication, social, and emotional challenges that impact the development of their faith, character, and spirituality. The main issue addressed in this study is how Christian Religious Education plays a role in fostering self-acceptance and self-confidence in children with hearing impairments through an inclusive approach based on Christ's love. The purpose of this study is to identify the role and concrete strategies of Christian Religious Education in helping children with hearing impairments understand their identity as unique and precious creations of God. The research method used is a descriptive qualitative approach with a literature review approach, through analysis of various sources such as books, scientific journals, and relevant research findings. The results indicate that Christian Religious Education significantly contributes to increasing the self-confidence and self-acceptance of children with hearing impairments through the role of Christian Religious Education teachers as facilitators and spiritual companions, the application of adaptive teaching methods, the use of sign language and visual media, and a compassionate approach that emulates Jesus' ministry without discrimination. Furthermore, collaboration between teachers, parents, and the church is key to creating an educational environment that supports children's spiritual and psychological development. Thus, Christian Religious Education serves not only as a means of learning faith, but also as a platform for restoring the identity and character of children with hearing impairments, enabling them to live with self-confidence and a full awareness of God's love that accompanies them.
Keywords: Contribution of Christian Religious Education, Children with Hearing Impairments, Self-Acceptance, Self-Confidence, Inclusive Education
Abstrak
Artikel ini mengkaji kontribusi Pendidikan Agama Kristen (PAK) terhadap penerimaan diri dan kepercayaan diri anak dengan hambatan pendengaran. Anak tunarungu sering menghadapi tantangan komunikasi, sosial, dan emosional yang berdampak pada perkembangan iman, karakter, dan spiritualitas mereka. Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini ialah bagaimana PAK berperan dalam menumbuhkan penerimaan diri dan kepercayaan diri anak dengan hambatan pendengaran melalui pendekatan yang inklusif dan berbasis kasih Kristus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran dan strategi konkret PAK dalam membantu anak dengan keterbatasan pendengaran memahami identitas mereka sebagai ciptaan Allah yang unik dan berharga. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian literatur, melalui analisis terhadap berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAK memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan kepercayaan diri dan penerimaan diri anak tunarungu melalui peran guru PAK sebagai fasilitator dan pendamping rohani, penerapan metode pengajaran adaptif, penggunaan bahasa isyarat dan media visual, serta pendekatan penuh kasih yang meneladani pelayanan Yesus tanpa diskriminasi. Selain itu, kolaborasi antara guru, orang tua, dan gereja menjadi kunci penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan spiritual dan psikologis anak. Dengan demikian, PAK bukan hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran iman, tetapi juga sebagai wadah pemulihan identitas dan karakter anak dengan hambatan pendengaran agar mereka mampu hidup dengan rasa percaya diri dan kesadaran penuh akan kasih Allah yang menyertai mereka.
Kata Kunci: Kontribusi Pendidikan Agama Kristen, Anak dengan Hambatan Pendengaran, Penerimaan Diri, Kepercayaan Diri, Pendidikan Inklusif.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
References
- Arif Wicaksono, Felicia Irawati. “Gereja Inklusif: Membangun Komunitas Ramah Yang Mampu Menangkal Stigma Terhadap Kaum Difabel.” Fidei:Jurnal Teologi Sitematika Dan Pratika 6,No.2 (2023): 191.
- Asep Supena, Rossi Iskandar. “Implementasi Layanan Inklusi Anak Berkebutuhan Khusus Tunarungu.” Jurnal Komunikasi Pendidikan 5 (2021): 126.
- Dwi Gusti, Dkk. “Analisis Peran Orangtua Pada Tunarungu Dalam Mengembangkan Interaksi Sosial.” Excellent Journal for Undergraduate 1 (2023): 3.
- El-Yazid, Tajallah. “Definisi, Ciri-Ciri Dan Klasifikasi Tunarungu Serta Strategi Pendidikan Bagi Anak Tunarungu,” 1, n.d.
- Fathony, Bimba Valid. “Memahami Manusia Sebagai Imago Dei Dalam Kitab Kejadian 1:26-28.” Jurnal Transformasi: Jurnal Teologi Dan Kepemimpinan 2.No1 (2023): 2.
- Irmawati, Dwi. “HUBUNGAN GANGGUAN PENDENGARAN DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA (Studi Kasus Pada Siswa Kelas V SD Di Kota Semarang) THE CORRELATION OF HEARING DISORDER AND STUDENT’S STUDYING ACHIEVEMENT,” 2010.
- Kusumastuti, Dewi Ekasari. “PENGEMBANGAN STRATEGI PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN PADA ANAK DENGAN HAMBATAN PENDENGARAN KELAS 4 SDLB.” Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu, 2016.
- Max Lucky Tinenti, Dkk. “PENDAMPINGAN PASTORAL UNTUK PENINGKATAN SPIRITUALITAS KAUM TUNA RUNGU,” n.d., 14–15.
- ———. “PENDAMPINGAN PASTORAL UNTUK PENINGKATAN SPIRITUALITAS KAUM TUNA RUNGU.” KADESI 4 No 1 (2021): 109.
- Mulyani, Sri, Sutrisno, and Tania Luciana Dewi. “Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Dengan Kegiatan Lomba Menyanyi.” Jurnal Peradaban Masyarakat 2, no. 6 (2022): 38–43. https://doi.org/https://doi.org/10.55182/jpm.v2i6.212.
- Nofiaturrahmah, Fifi. “PROBLEMATIKA ANAK TUNARUNGU DAN CARA MENGATASINYA.” QUALITY 6 (2018): 5–6.
- Ona Marista Uli Sinaga, Naomi Shinta Marito Panjaitan. “PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBANGUN KARAKTER ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH LUAR BIASA.” Pediaqu:JurnalPendidikanSosialdanHumaniora 2, No. (2023): 1269.
- Risa Azizah Irawan, Dkk. “Peran Orang Tua Terhadap Perkembangan Anak Tunarungu (Kelainan Pendengaran).” PPSDP Undergraduate Journal of Educational Sciences 2 (2025): 29–30.
- Sembiring, Lena Anjarsari. “Kontribusi Pengajar Pendidikan Agama Kristen Dalam Menumbuhkan Kepercayaan Diri Murid Distabilitas.” SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi 12, no. 29 (2023): 151–55. https://doi.org/10.46495/sdjt.v12i2.149.
- Septi Mayang Sarry, Eka Ervika. “Parental Emotional Coaching Untuk Meningkatkan Kemampuan Menghadapi Emosi Negatif Anak Tunarungu.” Jurnal Penelitian & PPM 5 no 2 (2018): 18–19.
- Tubagus, Steven. “MAKNA PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM ALKITAB.” BONAFIDE: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 2 (2021): 31.
- Zega, Seprianus Kesabaran. “Strategi Guru PAK Dalam Mengajar Siswa Disabilitas Tuna Rungu (Tuli),” n.d., 185. https://doi.org/https://doi.org/10.69748/jrm.v2i2.193.
- ———. “Strategi Guru PAK Dalam Mengajar Siswa Disabilitas Tuna Rungu (Tuli).” REI MAI?: JURNAL ILMU TEOLOGI DAN PENDIDIKAN KRISTEN 2, No.2 (2024): 187.










