KARAKTER MANUSIA DILIHAT DARI ETIKA TERAPAN TERHADAP PERUBAHAN DIRI SESEORANG

Main Article Content

Imron Widjaja
Iin Nur Indrayani Sihombing

Abstract

Christian character forming may sound ordinary because all parents must teach the best thing to their children.  The child’s character is n accordance with the parent’s identity.  Character is useful in all aspects of life because it makes people of integrity, influences and becomes effective withnesses of Christ.  Howecer, in reality there are also many Christian individuals who have bad characters. According to the large Indonesian dictionary, character is defined as character, mental, moral or ethical characteristics that differentiate a person from another, character.  The word character in the Bible comes from a Greek word which means a carving or sculpting tool.  In Latin, the character means: ”Tools for marking, to engrave.”  Webster Dictionary means, ”Engrave, inscribe.”  With the above understanding it can be said that character is ”The process of sculpting the soul, marking oneself or carving oneself in such a way that it is unique, interesting and different.”  Character according to the Bible is living our lives before God, fearing only God, and trying to please God only, no matter how we feel, or what other people might say or do.  In simple terms character is doing what is right because it is right.


 


Membentuk karakter kristen kedengarannya mungkin biasa saja karena semua orang tua pasti mengajarkan yang terbaik kepada anak-anaknya. Karakter anak yang sesuai dengan identitas orang tua.  Karakter berguna dalam segala aspek kehidupan karena menjadikan orang berintegritas, berpengaruh dan menjadi saksi Kristus yang efektif.  Namun kenyataannya banyak juga individu kristen yang memiliki karakter tidak baik. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, karakter didefinisikan sebagai tabiat; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yg membedakan seseorang dengan yang lain; watak. Kata karakter dalam Alkitab berasal dari kata Yunani yang berarti alat ukir atau alat pemahat. Dalam bahasa latin, karakter bermakna ”tools for marking, to engrave.” Webster Dictionary memberi arti, “engrave, inscribe.”  Dengan pengertian di atas dapat dikatakan bahwa karakter adalah “proses memahat jiwa, menandai diri atau mengukir diri sedemikian rupa, sehingga berbentuk unik, menarik dan berbeda.” Karakter menurut Alkitab adalah menjalani hidup kita dihadapan Allah, takut hanya kepada Allah, dan berusaha hanya menyenangkan Tuhan, tidak peduli bagaimana perasaaan kita, atau apa yang mungkin akan dikatakan atau dilakukan orang lain. Secara sederhana karakter adalah melakukan apa yang benar karena hal itu benar.

Article Details

How to Cite
Widjaja, I., & Sihombing, I. N. I. . (2020). KARAKTER MANUSIA DILIHAT DARI ETIKA TERAPAN TERHADAP PERUBAHAN DIRI SESEORANG. Didache: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 2(1), 37–49. https://doi.org/10.55076/didache.v2i1.42
Section
Articles

References

Boiliu, N.I. dan Aeron Frior Sihombing, Christina M. Samosir, Fredy Simanjuntak. "Mengajarkan Pendidikan Karakter Melalui Matius 5:6-12." KURIOS [Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen] 6, no.1 (2020): 61-72. https://doi.org/10.30995/kur.v6i1.128.

Muhni, Djuretna Adi Imam. " Manusia dan Kepribadiannya (Tinjauan Filsafati)." Jurnal Filsafat (Maret 1997): 19-29. https://jurnal.ugm.ac.id/wisdom/article/download/31644/19178.

Setiawani, Mary dan Stephen Tong. Seni membentuk karakter Kristen: saran dalam pembentukan karakter Kristen: Kristus dalam pendidikan. Jakarta: Lembaga Reformed Injili Indonesia, 2017.

Sutrisno dan Christiani Hutabarat. “Orangtua Dan Teman Bermain Terhadap Perkembangan Sosial Anak (Parents And Playing Friends Toward Children Social Development)”. QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies 1, no.1 (2019): 28-55. https://doi.org/10.46362/quaerens.v1i1.15.

Tanasyah, Yusak dan Simanungkalit, L. N. “Perumpamaan Sebagai Model Pembelajaran Yang Efektif Untuk Proses Belajar Mengajar Pendidikan Kristen (Parables As An Effective Learning Model For The Process Of Learning In Christian Education).” QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies, 2, no.1 (2020): 30-43. https://doi.org/10.46362/quaerens.v2i1.18.

Wahyuni, S. dan Yan Kristianus Kadang. “Mendidik Anak: Studi Eksplanatori Tentang Pemahaman Jemaat Mengenai Mendidik Anak”. QUAERENS: Journal of Theology and Christianity Studies 1, no.2 (2019): 122-143. https://doi.org/10.46362/quaerens.v1i2.6.

Widjaja, I., Bobby Kurnia Putrawan, dan Hengki Wijaya. "Manajemen Pendidikan Agama Kristen Melalui Pelayanan Penggembalaan Dalam Kelompok Sel." EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol.18, No.2 (2020): 159-170. https://doi.org/10.32729/edukasi.v18i2.689.

Zendrato, A., Melur Dewi, Suharno Suharno, and Leo Agung. “Development of Christian Character Education Based Project Based Learning Teaching Materials to Improve Student Character”. International Journal of English Literature and Social Sciences (IJELS) 5, no. 3 (June 24, 2020). http://journal-repository.com/index.php/ijels/article/view/2130.

Zigarelli, Michael A. Cultivating Christian Character. Karen Friesen (Ed.). Fairfax, VA: Xulon Press, 2005.